Tapi dalam hatiku masih deg deg’an karena mau nabrak tadi. Setelah beberapa bulan kita sebagai teman sekantor karena suatu masalah akhirnya kita berdua (aku dan Amar) keluar dari kantor tersebut. Bokep Amar adalah sosok seorang teman yang aku kenal paling selama ini, dia sangat peduli dengan keadaan temannya yang lagi terkena musibah. Setelah Dina selesai membersihkan vaginanya dan mau memakai celana leggingnya, aku langsung saja menyergapnya dari belakang dengan keadaan celana Dina masih terbuka dibawah lutut.“Mas apa-apaan ini mas, mas mau ngapin aku” ucap Dina
“Aku sudah horni sama kamu dari tadi saat melihat pantatmu Ta, aku minta itu kamu ya Ta” jawabkuTanpa menunggu jawaban dari Dina lagi aku langsung melumat bibir tipis Dina, pertama Dina melakukan perlawanan. Aku menjadi bingung antara Dina yang sedih dan juga aku yang sudah bernafsu. Aku terus berkendara dan semakin kupercepat gasku biar cepet sampai acara tour itu.




















