“Ahh.. Bokep yang beralih menjadi bayangan api kemarahan dan kesedihan yang terpancar dari nada suara gadis yang beberapa menit lalu masih bercakap-cakap dengannya. “Ahhkk.. “Mmmhh..” Rena mengeluh lirih, “Rene.. Rene membiarkan gadis itu membasahi bajunya, sebelum ingatan tentang Rina memaksanya untuk melepaskan pelukannya dan melajukan mobilnya secepat mungkin. Rena menangis sejadi- jadinya, merasakan ketakutan yang membuka pori-porinya saat tangan- tangan iseng tadi mendadak memegang buah dadanya. Dua hari kemudian, di sebuah hotel kelas menengah. “Nih.. Mendadak telinganya menangkap suara bertubruknya sesuatu. ah.. ah..”, Rina mengeluh seiring irama pergerakan pinggul Rene. “Ada apa sih..?” “Ngga pa-pa, pingin aja ngobrol ama kamu..” “Hahahaha.. sejenak Rene terngiang sebuah pepatah Jawa ‘tresno jalaran soko kulino’.. jadi begini wujudnya.’ Rina menggerak- gerakkan tangannya sesuai yang dicontohkan Rene kepadanya, sedikit terhanyut oleh sentuhan-sentuhan Rene pada payudaranya.“Awww.. sejenak Rene terngiang sebuah pepatah Jawa ‘tresno jalaran soko kulino’..




















