Kamu enggak apa-apa kan?” terdengar suara Mas Edy agak khawatir
“Enggak apa-apa kok pah..” jawabku. Xnxx Terushh.. Hal ini memudahkan Parjo menyingkap rokku dan menarik CD-ku hingga ke lututku. Aku terus berusaha bergerak. Aku sebetulnya tadi cuma menggoda saja. Parjo pun segera membersihkan lantai dari lelehan air maninya yang tercecer di rest room itu.Jarum jam sudah menunjukkan pukul 19.30 malam saat aku masuk ruanganku. Titik-titik keringat bermunculan di kening dan lehernya. Maaf Bu..” ujarnya.Mungkin karena takut aku akan berteriak, Parjo segera berhenti dan langsung keluar ruanganku serta menghilang ke dalam meeting room. Hal ini disebabkan karena suamiku selalu memperlakukanku dengan lembut. Di sisi lain aku merasa ada rasa aneh saat mengingat kejadian tadi. Ia juga berjanji tidak akan menggangguku bila aku sedang di rumah atau sedang bersama suamiku.




















