Aku jadi kasihan melihat wajah mama selalu menyeringai seperti kesakitan. Xnxx emangnya kamu enggak suka ya Mas?”, tanya mamaku, tanpa menghentikan kerjanya mencabuti ubanku. Lalu kuputar dudukku menghadap ke arah Mama dan tetap duduk dilantai diantara kedua paha mamaku serta Mamapun langsung saja meneruskan mencabuti uban-ubanku.“Mas, kamu kan sekarang sudah tambah dewasa, apa enggak pingin punya pacar atau pingin meluk atau dipeluk seorang perempuan?”, kata mama tiba2. Lalu mama terkapar melepas tangan nya dari kepalaku dengan nafas ngos2an yang cepat dan aku yakin sekali kalau mama sudah mencapai orgasmenya lagi. “Ya enak dong maaaah… tapiii…”, jawabku di telinganya tanpa berani meneruskan. Memangnya kamu enggak suka ya Mas?”, sahut mama menghentikan kerjanya dan memandang mataku. “Mah, kemana saja sih kok sudah sebulan ini baru datang?”, tanyaku sengit ketika Mama ku datang mengunjungiku di Bandung.




















