“Yes , ini show sebenernya”, hatiku bersorak. Xnxx “Apa gak risih susunya mbak diliat cowok di jalan, dan kita berdua disini?”, kata si Ahmad memberanikan diri. Kok pentilnya keliatan??”, kata pak Abdul lagi. Setelah siap dengan kostum eksibku aku menembus gerimis dengan “mio pink” kesayanganku. tongkolnya menyembur membasahi leggingku. “Masa sih..??, Wuhh iyo… pentile (putting : dalam bahasa jawa) ketok nembus, gede tenan susune cah….”, tambah temannya. “Anjrit…. “Iya nie pak, jadi basah gini”, kataku sambil mengusap-usap dadaku yang membuat tetekku makin tercetak jelas. Akupun mengikuti pak Abdul ke belakang kantor SPBU, belakang kantor merupakan lorong sempit antara gedung SPBU dan tembok pembatas area SPBU. Ahhhhhhhhhh sssshhhhhhhhh…… mbak…….. “Panggilin Ahmad dunk pak, saya juga mau makasih sama dia”. Gak jauh dari rumah aku belok ke pom bensin.




















