Dia memandangiku yang masih berlinang air mata. Di sana, banyak anak-anak yang sebaya denganku.Kehadiran mereka membuatku setidaknya “lupa” akan kemalangan yang baru saja menimpaku. Bokep Montok Hatiku terasa sakit dan ngilu. Tomo kembali menciumiku, kali ini dia meremas payudaraku sambil menghisapnya.“Hhh..!!”“Tidak apa-apa..kalau Tomo..tidak apa-apa.” pikirku.Aku memejamkan mataku erat-erat ketika Tomo mulai memasukkan ‘senjata’nya ke dalam diriku. Dia sangat memanjakan aku. Akhir-akhir ini, kami memang jadi sering membicarakan soal cowok.Mungkin karena puber. Setiap kali tubuh Tomo menghentak, aku menjerit sekeras-kerasnya. Aku tidak diperbolehkan untuk keluar rumah selain ke sekolah tanpa dirinya.Empat bulan berlalu, rasa sayangku terhadap Tomo mulai bertambah. Hatiku terasa sakit dan ngilu. Dia pun menahan tanganku yang tTomoat dan mendekatkan bibirnya ke bibirku.“Aku harus menjadi orang pertama yang..”Tomo tidak menyelesaikan kata-katanya dan mulai melumat bibirku dengan sedikit kasar.“Hmmphh..”Untuk pertama kalinya aku merasakan ada getaran yang aneh pada tubuhku. Kata Tomo, aku sangat cantik dengan baju itu, “Kamu cocok sekali dengan warna putih,




















