Aku berhenti dibawah pohon rindang, Ayu segera menenteng kantong plastik yang berisi dalemannya menuju rumahnya.Cukup lama aku menunggunya, dia keluar lagi cuma bercelana pendek dan memakai tanktop. Bokeb Ayu gak menjawab, kembali aku mencium lehernya sehingga Ayu menggelinjang.Ayu mempererat pelukannya, aku seneng ja dipeluk abg seksi kaya Ayu. Aku duduk di toilet dan Ayu duduk dipangkuanku dan aku mengusap2 pahanya.“Kamu cantik sekali, Yu”, rayuku.pindah ke bukit memeknya mempermainkan jembutnya yang lebat. Yu..enak banget emutanmu”. “Tapi suka kan”. Ayu udah nyampe.Tangannya yang menjambak rambutku itu pun terkulai lemas. Bosen kalo ditempatku terus.“Kamu dah makan Yu”. Aku diam saja. Melihat reaksinya, aku terus menggesekan jariku di liang memeknya yang sudah membanjir. “semalem kan ukuran jumbo yang masuk, dah kenyang juga”. Tak lama kemudian cd nya pun menyusul kulepaskan, ayu dah tlanjang bulet siap menampung kontolku lagi didalem memeknya. “Mandi dulu yuk” ajakku.Kami bercanda-canda di kamar mandi seperti anak kecil saling menggosok dan berebutan sabun,




















