Pak Rojak kuajak makan.Kami duduk berhadap hadapan, ia pandangngi terus mataku. Bokep Indo Mas Hendra ingin aku mencurahkan perhatianku kepada pekerjaan dan ingin tetap menikmati kehidupan berdua dulu tanpa di ganggu anak dulu. sampai2 Mas Hendra heran akan sikapku yang berubah dingin dan gelisah. Dalam mobil sebelum berjalan, Pak Rojak menoleh kearahku,dan kembali meraih jemariku dan lalu ia rengkuh tubuhku lalu ia kecup bibirku. Aku pikir itung2 balas jasa atas kesalahanku saat itu.Namanya Pak Rojak, umurnya kira2 66 tahun, namun masih kuat dan sehat. aku kembali seperti orang linglung. tapi aku slalu terbayang wajahnya, sampai2 saat suamiku saat berada diatas tubuhku saat melakukan hubungan badan, aku kira Pak Rojak yang diatas tubuhku, tapi untunglah aku masih bisa menguasai diri.Besoknya aku seperti biasa diantar olehnya, dan ia tambah berani dengan meraba paha dan dadaku, tangannya aku tepiskan, namun ia hanya senyum.




















