“mm,,,gimana ya?”. “mbah dapet dari mana tuh alat?”. Xnxx “yee, emangnya saya perempuan murahan apa,, enak aja si mbah?”. “lo lihat di pintu masuk tadi deh”, aku pun langsung menoleh ke belakang dan melihat ada semacam gerbang seperti alat pendetektor logam yang ada di bandara pesawat. “silakan aja,, saya bakal ngelayanin kalian berdua”, jawabku sambil terkesima dengan kesopanan mereka yang seperti seorang pria bangsawan. Tak lama kemudian dia menyapaku. Lamajuga dia menggerak-gerakkan hpnya di sekitar perutku. “lo kenapa gangguin si neng cantik ini?”. Kemudian, aku pergi ke salon sambil was-was, takut-takut ada hantu Wawan di kursi belakangku. “bentar ya, gue e-mail si Wawan dulu biar dateng ke sini”. “aah, itu mah dukun kuno”. “makasih bos”, jawab mereka berdua serentak. “gak papa, emang udah pekerjaan gue kok”. “non, nih sarapannya”, kata Mbok Tari sambil meletakkan makanan di meja yang berada di samping ranjangku.




















