Dadaku tibatiba berdegupdegup.Bang, Bang kiri Bang..!Semua penumpang menoleh ke arahku. Masih ada esok. Xnxx katanya lagi seperti iri pada Iin.Aq mengambil pakaianku. Kalau kini aq berani pasti karena dadanya terbuka, pasti karena peluhnya yg membasahi leher, pasti karena aq terlalu terbuai lamunan. Kalau saja, tdk keburu wanita yg menjaga telepon datang, ia sudah melumat Si Penis. Ia kerja di sana? Come on lets go! Ini kesempatan kedua. Bicara apa? Ia memulai pijitan. Masih sepi ini..! Mobil bergerak pelan, aq masih melihat ke arahnya, untuk memastikan ke mana arah wanita yg berkeringat di lehernya itu. Membuka celanaku dan bajuku lalu gantung di kapstok. Tdk terlalu ayu. Ia tdk bercerita apaapa. Hangatnya, biar begitu, tetap terasa. Ya sekarang..! Shit! Atau mau gunting? Hari itu memang masih pagi, baru pukul 11.00 siang, belum ada yg datang, baru aq saja.




















