Aku keluarkan kartu persku, tergantung di leher. Bokep Indo Terbaru Hahaha.”
Dia ikut tertawa. Wajahnya yang cantik tersenyum kepadaku. Atau sebuah ketololan. Kami terus bercakap-cakap. Saat hendak merebahkannya, setir mobil menghalang gerakan kami. “Mas Joe…, aahh…, mmhhaahh…, Aahh…” Dia kelojotan. “Ngapain”
“Lihat laut, ngedengerin ombak, ngapain aja deh. Jangan malah…” Teriak salah seorang temannya. Setelah pagi, baru aku mengantarnya pulang. Tercatat pp, PND, PBB, PKB, PAN dan PK telah berhasil. “Aduh Mas Joe, suara apaan tuh?”
“Nggak apa-apa, sakit nggak?”
“Sedikit…”
“Tahan ya.., sebentar lagi masuk kok…”
Dan kurasakan lubang kemaluan Mikha sudah mulai basah dan agak hangat. “Tidak ikut tadi?”
“Nggak.”
“Kenapa?”
“Lagi marahan aja.”
“Wah.., gawat nih.”
“Biarin aja.”
“Kenapa emangnya?”
“Dia ketangkap basah selingkuh dengan temanku, tapi tidak mengaku.”
“Perang, dong?”
“Aku marah! Usianya baru 17 tahun, tapi tidak mendaftar pemilu tahun ini. Angkat topi buat gerakan mahasiswa kita! Hahaha.”
Dia ikut tertawa. Jangan didiemin aja.”
“Gimana caranya?” Tanyanya polos. Entah apa yang dikejar mereka, para simpatisan itu.




















