Kurasakan ia memapahku keluar diskotik. “Ouuhhh Don!” desahku.Temanku meraih tubuhku yang ramping. Bokep Tampaklah pahaku yang putih dan mulus itu. Tampaklah pahaku yang putih dan mulus itu. Rugi kan. Aku pun yang saat itu sudah di semester enam kuliahku, diterima bekerja sebagai teller di sebuah bank swasta nasional papan atas.Meskipun aku belum selesai kuliah, namun berkat penampilanku yang menarik dan keramah-tamahanku, aku bisa diterima di situ, sehingga aku pun berhak mengenakan pakaian seragam baju atas berwarna putih agak krem, dengan blazer merah yang sewarna dengan rokku yang ujungnya sedikit di atas lutut.,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,, Kita kan baru sampai di sini. Itupun masih jarang sekali.Bahkan ke diskotik pun aku hanya pernah satu kali. Aku pun langsung menelan obat sakit kepala yang diberikannya.“Gimana sekarang rasanya? Aku pun langsung menelan obat sakit kepala yang diberikannya.“Gimana sekarang rasanya?




















