“Sebentar ya, saya buatkan teh dulu untuk kamu” kata Rin sambil berjalan ke arah dapur.Sayapun kemudian duduk dan seperti biasanya di bawah meja tamu terdapat beberapa album dan saya mengambil satu yang paling atas. Bokep Sayapun membuka lembar demi lembar halaman album tersebut dan setelah beberapa halaman saya terkejut karena terdapat beberapa foto Rin berdua dengan Rohim dalam posisi seperti sepasang muda-mudi yang sedang mabuk asmara.Ketika Rin datang dengan membawa teh hangat, saya tanyakan perihal foto-foto tersebut dan..“Oh.. “Kenapa, kamu nggak mau?”saya balik bertanya.Ternyata Rin diam saja bahkan desahannya semakin kuat. Rin pun membalas ciuman saya ini dan dia juga membuka mulutnya dengan maksud agar lidahnya bisa menggapai lidah saya.“Rin.. Dengan berat hati, saya akhirnya minta ijin untuk pulang.“Kamu kesel yach.. Ntar ke Bandung aja, di clear kan”komentar Ipin singkat, padat dan jelas.Beberapa minggu setelah kejadian di Yogya dan liburan kuliah sudah mulai sayapun pergi ke Bandung dengan menggunakan bis malam.










