Setelah beberapa menit aku menunggu di kamar sambil rebahan di ranjang dan menyetel radio, Mbok Tari membuka pintu kamarku sambil membawa minumanku.“ni non minumannya”.“makasih banyak mbok, oh ya mbok, ntar kalau mama ama papa udah pulang, aku gak usah dibangunin ya, capek berat nih”.“ok non”. Setelah itu, tiba-tiba aku tersadar dan membuka mataku, jantungku berdegup kencang seperti sehabis mimpi buruk, tapi itu memang mimpi buruk kurasa. Bokep Tiba-tiba.“mampus lo, akhirnya kena juga gue tembak”. Wandi menjilati kedua buah payudaraku yang montok dan kencang mulai dari pangkalnya alias dekat ketiakku. Di dalam ruangan itu Mbah Centeng sudah menunggu sambil berduduk sila di depan meja yang ada laptop di atasnya.“mbah, kok sepi sih? Tak lama kemudian dia menyapaku.“maaf ya, gue tadi main dulu, abis tanggung sih”.“mm,, maaf nih, mbah, dukun apa bukan?”.“ya dukunlah, emang lo kira apa?”.“abisnya gak meyakinkan sih”.“emang menurut lo dukun tuh kayak gimana?”.“yah biasanya kan, dukun itu serem, catnya gelap, dekorasinya




















