No info
Hi-hi-hi…”, kata Desrita masih saja mencandai ayahnya.“Wahh… kamu makin lama… semakin pintar saja…”, kata Dartowan mengakui keunggulan puteri kandungnya itu dalam mengolah kata dalam obrolannya.“Kan sudah disuntik ‘hormon kedewasaan’ sama papa… hi-hi-hi… dari itu jangan ngatain lugu terus dooong… Percaya deh, Rita sudah dewasa dalam berpikir… OK papaku sayang…?”, kata Desrita seakan meminta pengakuan dari kedewasaan dirinya pada ayahnya.“Yaaa… terserah kamu deh… apa maumu…”, kata Dartowan akhirnya menanggapi pasrah perkataan puteri kandungnya itu.“Jangan ngambek dong… pa”, kata Desrita setelah mendengar jawaban yang cuek dari ayahnya.“Bukan ngambek… sayang, kalau ngambek… yang rugi kan papa sendiri… ha-ha-ha…”, Darowan kembali tertawa sambil berkata yang mulai ‘menjurus’ lagi.‘Papa salah makan ‘kali nih’, pikir Desrita heran sambil bertanya-tanya dalam hati. Bokep Colmek Aku dikit lagi mau saaampai nih… aaah… nikmatnya…”, desah Desrita merasakan nikmatnya karena vagina mungilnya dirojok dengan sangat cepat oleh palkon ayahnya, tak tahan sudah… “Aaah… papa… aaah…!” cairan nikmat dari dalam vagina Desrita menyemprot deras





















