” Putih non, putih banget,.. Xnxx ” Enak Non ?? “
” Kocok ?? ” Tanya-ku penuh tanda Tanya, aku melangkah masuk perlahan, kulihat di balik tumpukan dus-dus ada cahaya,..aku berjalan mendekatinya, betapa terkejutnya aku dengan apa yang kulihat kemudian,..Mang Supri dan Mamet, sedang duduk di kursi yang terpisah oleh sebuah meja Tua, diatas meja ituada sebuah senter sorot dan sebuah Bong, Mang Supri tampak sedang menyalahkan Bong itu,..” Mang Supri,.. ” Mang Supri menuntun Mamet menjauh dari tubuhku yang tergolek diatas meja,.sebelum mang Supri menurunkan-ku kebawah,..mengambil lampu senter di meja, menggantinya dengan lilin kecil yang ditaruh dipojok ruangan,” Non, saya sudah pegang kartu non, jadi jangan coba-coba buka mulut, kalu gak mau saya permalukan,.. ” Mang Supry mengeletar,.. “
” Kocok ?? ” Rey menyapa-ku,.. Ko Nico masih di Jepang saat itu, dia sedang sibuk berusaha menyelesaikan kuliah S-2nya, hingga akhirnya Koko mengalah pada-ku, mengalah agar uang tabungan yang tersisa yang memang tak




















