Dark comedy Vania Sange Colmek di Ruang Tamu: satire, moral abu-abu, dan insiden kacau. Plus: penulisan licin. Bokep Colmek Minus: humor niche. Untuk rasa khusus. Mulai.
Sambil makan Uwak banyak bercerita. Tapi Uwak menahan dan memaksaku untuk singgah.“Ayo..” katanya sambil menarik tanganku. “Kemana saja, dari pada bengong di sini..” sahutnya. Anusku terasa tercabik-cabik oleh benda yang sangat besar dan tumpul. Tetapi tidak lama dia sudah datang lagi. Aku tidak menjawab dan hanya mengangkat bahu saja. Aku jadi heran juga dengan sikapnya yang begitu berani membawa teman yang baru dikenalnya ke dalam kamar. Baru kali ini aku melihat dada yang begitu besar dan padat. “Ikut aku yuk..!” ajaknya langsung. Tetapi aku juga ketakutan setengah mati. Aku jadi tertegun, karena mereka langsung saja menyeretku ke pembaringan. Sekujur tubuhku jadi menggigil, dadaku berdebar-debar, dan kedua bola mataku jadi membelalak lebar saat Uwak mulai melepaskan pakaian yang dikenakannya satu persatu sampai polos sama sekali. Uwak bukan hanya menanggalkan bajunya, tetapi dia melucuti seluruh penutup tubuhnya. Padahal baru beberapa detik bertemu, dan aku juga belum mengetahui namanya.“Eh, nama kamu siapa..?” tanyanya, memulai




















