Keras sekali.“Jangan cuma ditunjuk dong, dipegang boleh.”Ia berdiri. Ia tersenyum. Bokep Mobil melaju. Ya nggak apa-apa,” katanya menjawab telepon. Aku masih termangu. Ke bawah lagi: Tidak. Kini ia pindah ke paha, agak berani ia masuk sedikit ke selangkangan. Yes.., akhirnya. Sengaja kuperlihatkan agar ia dapat melihatnya. Ia menyentuhnya. Shit! Ia menurunkan sedikit tali kolor sehingga pinggulku tersentuh. Sial. Bibirku melumat bibirnya.“Jangan di sini Sayang..!” katanya manja lalu melepaskan sergapanku. Perempuan paruh baya itu pun masih duduk di depanku. Ia tersenyum. Penumpang lima lalu supir, jadi enam kali tujuh, 42 hore aku turun. Masih ada waktu bebas dua jam. Di balik kain tipis, celana pantai ini ia sebetulnya bisa melihat arah turun naik Si Junior. Keras sekali.“Jangan cuma ditunjuk dong, dipegang boleh.”Ia berdiri. Aku tidak menjepit tubuhnya. Lalu memegang pahaku, “Yang mana..?”Yes..! Kulihat di bawahku ada kain, ya seperti saputangan.“Itu kali Mbak,” kataku datar dan tanpa tekanan.Ia berjongkok persis di depanku, seperti ketika




















