Tapi boleh dong aku tahu, aku ini nomer berapamu? Ini bukan pertama kalinya kan? Bokep Sakit? Aku sempat kelabakan juga untuk mengimbanginya. Kebetulan kami samasama lajang dan aku seniorartdesigner, harus terus berkoordinasi dengannya. Maksudmu? Ia menggeleng dan merebahkan tubuh ke dadaku. Lembarlembar storyboard, disain poster, kepingan negative slide dan sebuah asbak penuh puntung kusapu begitu saja saat kami menaiki meja.Babak kedua dimulai. Ngghh..! Dengan bertumpu pada sisi meja, kuangkat Tanti dalam gendonganku. gimana? ia menTanut rokoknya. Sombong amat! Dengan dingin Anita menerangkan pekerjaan kami, dan membagi kesempatan bicara untukku, namun tidak sekalipun ia memandangku. Tarikan napasnya pendekpendek dan tersendat. bisikku di hadapannya. Aku mandi dulu.Hilang sudah Anita yang hangat dan merajuk manja. tanyaku. sahutnya di sambil menarik nafas. Ia menekanku lembut. Jansen, chief executive media memperkenalkan cewek semampai bersetelan jas pantalon resmi di sisinya. rintihnya sambil berpegangan erat pada tepi meja saat kupaksa anuku masuk lebih dalam lagi.




















