Haa..!”“Tenanglah Miranda, kamu aman di sini.. Xnxx Praanngg!!”Lamunanku buyar saat kulihat Miranda meronta-ronta hingga kakinya menendang gelas wineku hingga terjatuh dan pecah.“Crreett..”Lakban yang menutup matanya aku lepas. Dalam masa penculikan itu, Miranda mulai ketagihan dan tidak jarang dia yang mulai meminta.“Mas Dony.. Tanpa sengaja kolegamu bilang kamu mau cuti besok.. Usai sarapan dan minum teh hangat, mulutnya aku jejali saputangan yang masih mengandung cloroform..Lalu aku sumbat lagi dengan lakban, kembali Miranda tertidur lalu aku mengunci kamarnya dan meninggalkannya untuk pergi ke kantor. Sejak pertemuan business gathering, aku semakin tertarik padanya; dengan segala usahaku mencari tahu nomor ponselnya, kemudian aku menjadi nasabahnya.. Haah.. Lepaskan aku.. Kamu khan baru mulai cuti 2 (dua) minggu..” sergahku.“Wah kok Mas tahu??”“Senin siang aku telpon kamu mau tanya Euro, seperti biasa kamu dengan sombongnya menolak telponku.. Mmmpphh.. Ha.. Hari-hari dijalaninya dengan ketidak berdayaan.










