A-apa-apaaan ini!? Aku selalu merasa takut dan ngeri setiap kembali ke ruangan yang penuh darah dan daging manusia yang terpotong-potong ini. Bokep Lambung dan ususku dipenuhi air. Menjeritpun tidak bisa karena mulutku dilakban.“Hahaha… jangan takut gitu dong Mita sayang… “ Dia kemudian naik ke atas ranjang. Tiga orang dari mereka kemudian masing-masing memegang selang. Ujung pisau itu dengan cepat digoreskan ke telapak tanganku. Oh tuhaaaaan!! Pastinya daging perempuan muda. Memasang senyum semanis mungkin sambil terus mengasah pisau.“Bapak janji kan bakal makan daging Mita sampai habis?” tanyaku.“Sampai habis gak bersisa, kamu itu terjamin lezatnya… nikmat banget daging kamu pastinya…”“Hihihi… iya deh… Pak Jun… silahkan hilangkan nyawa Mita besok… habisi Mita, sembelih Mita pake pisau ini, kuliti Mita, potong-potong tubuh Mita sesuka hati bapak, cincang daging Mita… Badan dan nyawa Mita milik bapak” ucapku.Setelah cukup lama mengasah, ku kembalikan pisau itu ke pak Jun.“Nih pak, pisaunya udah tajam, siap digunakan untuk motong Mita besok,




















