Tangan dia sepertinya cerdas, kembali mencari sasarannya yang tadi lepas. Bokep Ah, peduli amat.Aku kembali menutup mataku. Pelan-pelan aku naik sedikit ke atas, tepat di gundukan di bawah pusar itu. Hari berangsur gelap.“Pengumuman, bapak ibu. Benar-benar nikmat.Tapi tetap ada yang kurang. Matanya bertanya. Jariku masuk lebih ke dalam. Aku memilinnya. Pelan sekali, sikuku bergerak. Sisi samping kananku menempel pada bagian kiri tubuhnya. Sangat keras. Aku sengaja mencari tempat duduk persis di bawah AC. Mohon maaf bahwa ada kerusakan teknis yang menyebabkan lampu tidur tidak dapat menyala,” kata kenek bus itu mengagetkan aku.“huuuuu,” para penumpang menyahut serentak. Kali ini, dua kancing tepat di depan dada besar itu aku buka. Pelan-pelan kuelus bukit indah itu, dari tepi ke kanan. Tapi kepepet sih, harus cari upa (”cari nasi”) di Jakarta.Tak lama kemudian bis itu datang juga. aku tidak peduli. OOoh, mantab.“Besar …..,” desisnya. Aku kembali mengelus pahanya.




















