Pria yang kemudian saya ketahui Pak Budi itu segera menyambar lengan saya. Bergelar insinyur, ia berkerja pada perusahaan jasa konstruksi. Bokep STW Usianya mungkin sudah 50 tahun. Sesekali jari tangannya menyentuh pinggir lipatan paha saya. Tampak jelas urat-uratnya. Dari mulut saya yang tertutup, terdengar hembusan nafas yang berat, Pak Budi makin bersemangat.“Ada yang tidak beres di bagian peranakan kamu,” katanya.Satu tangannya berada di perut, sementara yang lainnya mengusap gundukan yang ditumbuhi sedikit bulu. Datanglah ke rumah. Saya ini polisi!” bentak pria berkulit hitam itu pada suami saya.Mungkin karena merasa bersalah atau takut dengan gertakan pria yang mengaku sebagai polisi itu, suami saya segera menyerahkan surat kendaraan dan SIM-nya. “Ya, mengganggu kalau tidak dilepas,” katanya pula.Tanpa menunggu persetujuan saya, Par Budi menggeser bagian atasnya. Usianya mungkin sudah 50 tahun. Kami masih sering melakukannya. Kemudian dicapai kesepakatan, suami saya akan memperbaiki semua kerusakan motor itu esok harinya.




















