Setelah kuperiksa dengan alat pengecek kehamilan, ternyata benar…aku hamil.Sungguh lemas rasanya menghadapi kenyataan ini, tidak kusangka ‘kecelakaan’ itu menimpa diriku juga. Saking larutnya dalam pekerjaan aku sampai tidak lagi memikirkan cerita-cerita seram di kantor.Aaahhh…leganya, aku menggeliatkan tubuh setelah merapikan dokumen dan barang-barangku di meja kerja. Bokep Semenjak kejadian malam itu, kami sempat terlibat ML beberapa kali lagi, apalagi saat aku sedang sendirian. Setelah itu, dibantunya aku berdiri, ditatapnya lekat-lekat wajahku yang sudah bersemu merah dan ngos-ngosan, jarinya menyeka lelehan sperma di pinggir bibirku lalu memasukkan jari itu ke mulut.Kukulum jari itu dengan tatapan nakal ke arahnya. Lidahnya menggeseki klitorisku, disedot-sedotnya bibir vaginaku yang sudah basah dan tangannya menjulur ke atas meremas-remas payudaraku.Tak tahan rasanya menerima rasa geli yang terus menggelitik di bawah sana, akhirnya sekujur tubuhku menegang kaku, vaginaku memuntahkan cairan bening hangat ke dalam mulutnya, kurasakan cairan kewanitaanku itu cukup memenuhi rongga mulutnya, saat itu anehnya aku tidak merasa letih sedikitpun,




















