Evan memandikanku dengan sangat lembut. Evan hanya terdiam kebingungan.Akhirnya kami sampai di sebuah rumah besar banget dibilangan Cilandak, ga jauh dari Chitos. Bokep tinggal dirumah istri barunya, gw sendirian deh..” jawabnya singkat. “Ah udahlah yuk masuk..” kata Evan sambil menarik tanganku masuk ke kamarnya. Aku diperlakukan bagai Putri. Rokku tertarik naik sewaktu aku duduk buru-buru. Namun perlahan tapi pasti Evan malah mendekatiku.Evan mencoba memanggil namaku, nampaknya ingin membangunkan atau hanya ingin mengecek saja. Aku lepaskan celana pendek daleman rokku dan juga kaosku yang sudah basah oleh keringat. “Eh da, jadi bener lo cewe bayaran?” tanyanya lagi. “Lo yakin Da mau pakai baju itu?” kata Evan berusaha meyakinkan diri, “iya emangnya kenapa..” jawabku cuek.Haha..baju itu sudah tidak lagi menutupi apa-apa, kaos itu berdada V rendah berwarna putih polos, bahannya sangat tipis karena itu kaos untuk latihan, sehingga tidak membuat badan panas.




















