Aku baringkan dia di tempat tidur itu serta menutup tirai-tirai yang ada di kamar itu serta membiarkannya terikat disitu dengan lampu menyala.“Selamat beristirahat Chacha.. Bokep Jangan”Lalu aku bopong Marissaku yang terikat itu ke kamar tidur yang satu lagi di apartemanku. Kamu tidak nakal di rumah khan??” sapaku. Menyingkapkan roknya ke atas, menurunkan pantynya dalam keadaan kaki masih terikat serta menunggunya. Ha.. Jadi bagiku sungguh tepat momentum yang kudapatkan untuk menculiknya. Tanpa ia sadari.. Kamu ini lucu sekali.. Aku hanya mengamatinya dari kamarku saat melihatnya bergerak meronta-ronta di kamarnya.Pagi itu aku sempat menengoknya di kamarnya lalu kusuapi dirinya dengan sarapan pagi nasi goreng buatanku.“Siapa yang masak Mas..” Marissa yang sudah agak tenang, dalam keadaan terikat erat, mulai membuka pembicaraan. Mmpphh..” jawabnya. Suasana di jalan relatif sepi di Senin malam itu. Di kamar itu sudah aku siapkan kamera ccTV yang sangat kecil terpasang tepat menyoroti tempat tidur sehingga aku dengan mudah memonitor keberadaannya dari




















