Seminggu setelah pertemuanku dengan Ananda di cafetaria. Xnxx Kamu Din..!” ujarku spontan. “Banyak cerita di kampus yang mengatakan, kalau kamu orangnya cukup lembut setiap menghadapi cewek” tambahnya lagi. “Sudah dong Diet.. Di kepala masih teringat saat aku memperkenalkan diri di hadapan Papa dan Mamanya, ketika break time tadi yang Ananda bilang pernah menceritakan aku sebelumnya. “Maksud kamu?”tanya Ananda lagi. “Baiklah, asal nanti pulangnya Adietya yang nganterin!” tegas papanya. “Ananda sebaiknya kita pulang yah” kataku pelan. Ananda sempat terpaku, ketika melihat diriku tersenyum dari atas panggung. Setelah berkenalan dengan kedua orang tuanya dan terlibat obrolan yang panjang, akhirnya aku tahu kalau Ananda adalah anak semata wayang di keluarganya. Seminggu setelah pertemuanku dengan Ananda di cafetaria. Boleh nggak kita gabung duduknya?” tanya Dina sambil tersenyum.




















