Karena aku penasaran, aku langsung menyerempetmenyerempet agar terpepet. Bokep Kok gitu aja dianggap serius, maaf yah Ka..?” kataku menenangkannya sambil tersenyum bersahabat. Kamu hebat..!”
Asep yang setia hanya meraba-raba payudara Ika dan sekali-kali menggigit payudara Ika.Tetapi ternyata akhirnya Asep bosan dan ingin seperti kedua temannya yang mengeluarkan cairan penyubur tersebut sambil berkata, “Ka.., Aku juga mau kaya mereka dong, ayo Ka..! Biar rame..!” katanya. Kulihat mereka bertiga teman cowokku, Asep, Iwan, Utun sedikit lelah, seperti kehabisan nafas dan anehnya mereka berjalan seperti kehabisan tenaga.Karena aku suka iseng ke temen, aku langsung bertanya kepada mereka bertiga, “Hey Kalian kayanya pada lemes banget. Tapi aku tetap terdiam membisu sambil memperhatikan kembali, apa yang akan terjadi. Uuuhh.. bisa terbang kaya burung..!” pintaku sambil tertawa pelan.Karena Ika sudah kesal dan lelah, Ika menjawab, “Apa sih Kamu Bie..? Tetapi anehnya, empat anak yang terdiri dari 3 cowok dan 1 cewek itu masih mengobrol di luar kelas yang tempatnya




















