Ketika waktu menunjukan pukul 23.30 aku mengatakan kepada Ananda. Eh”jawabku gugup. Xnxx bokep “Aku juga selalu berhayal tentang dirimu” jelasnya lagi. “Semua itu benar adanya, apalagi dengan kamu memberikan sebuah lagu romantis buat diriku saat malam tadi” dengan lembut Ananda mengatakan itu.“Papa dan Mama sempat memuji, kalau kamu orangnya bisa menghargai seorang wanita” terangnya lagi. “Oh.. Kamu Din..!” ujarku spontan. Ananda sempat terpaku, ketika melihat diriku tersenyum dari atas panggung. “Oh.. Di dalam taxi aku terdiam sambil melamunkan kejadian yang barusan aku alami. “Oh.. Suasana cafe malam itu sangat special buat diriku, karena kedatangan orang yang sering aku khayalkan setiap saat di tempat yang tidak pernah aku duga sebelumnya. Khayalanku buyar bersama teguran dari Dina mengingatkan kalau aku masih menggenggam tangan Ananda. “Perkenalkan nama saya Adietya, teman Ananda satu kampus” dengan ramah dan sopan aku memperkenalkan diri di hadapan kedua orang tua Ananda.Yang juga disambut dengan ramah oleh kedua orang tua Ananda.




















