“Masuk aja kali, Stel, Lil.” Ajaknya cuek. Bokep Seolah mengetahuinya, Rio membuka celanaku sekaligus CDku sehingga aku langsung bugil. Penisnya lebih besar dan menggairahkan, sehingga membuat mata-ku terbelalak terpesona. Apalagi pundak Feri mulai ditempelkan ke pundakku, dan entah sengaja atau tidak, tangan Agam menyilang di balik punggungku, seolah hendak merangkul. Entah siapa yang mulai, banyak yang menyindir Stella. Yang bener aja, masa iya aku dan Stella harus masuk ke sana? Yudi dan Adi bergegas masuk, sementara Rio malah santai-santai di ruang tamu. Cewek itu langsung mem*kik menghindar, sementara cowok-cowok lain malah ribut menyoraki. Satu kamar memang dihuni enam orang, tapi sebenarnya kamarnya kecil bangeeet… aku dan Stella sampai berantem sama guru yang mengurusi pembagian kamar, dan alhasil, kami pun bisa memperoleh villa lain yang agak lebih jauh dari villa induk. “Kata siapa, ah…” balas Stella pura-pura marah.




















