Aku jelas mendengarnya dari sini. Xnxx Jarinya mengelus tdiap mili selangkanganku. Aku hanya main dengan tangan. Aku tiduran sambil baca majalah yang tergeletak di rak samping tempat tidur kecil itu. “ Iya itu, bener … ”
Seketika itu juga aku menutup jendela angkot dan melihat kearahnya lagi,
“ Terima kasih, ” ucapnya. ” pintanya penuh manja. ” katanya. Matanya dikedipkankan, bersamaan masuknya angkot lain di belakang angkotku tadi. Aku tiduran sambil baca majalah yang tergeletak di rak samping tempat tidur kecil itu. Aku menggelepar. ” kata wanita setengah baya itu. Tidak akan hadir kesempatan ketiga. Bodoh amat. Tetapi tidak lama, suara pletak-pletok terdengar semakin nyaring. Kalau kini aku berani pasti karena dadanya terbuka, pasti karena peluhnya yang membasahi leher, pasti karena aku terlalu terbuai lamunan. ” ujarku sekenanya.




















