Aku tersentak dan sesaat bingung apa yang terjadi, begitu juga dengan Eki, wajahnya nampak sangat ketakutan. Yang paling tidak bisa dicegah adalah, Eki semakin lama semakin kecanduan lobang pantatku. Xnxx Entah apa yang ada di pikiranku, aku tiba-tiba sangat ingin menuntaskan nafsu si Eki.“Ahh… hh.. Kontol Eki masih keras dan tegang di dalam tempikku.“Ndun, pindah ke kamar yuk,” ajakku.Eki mengangguk. Gimana kalau benar-benar jadi? “Ya nggak tahu, bu… Kok saya bisa tahu darimana?” jawabnya tersipu.Tiba-tiba aku sangat ingin memberi tahunya, kabar gembira yang sewajarnya juga dirasakan oleh bapak kandung dari anak dalam kandunganku ini. Ada anak jatuh kok malah ketawa,”“Hahaha.. Kamu masih belum keluar ya?”“Gak papa, Bu…” jawabnya pelan.Tiba-tiba aku punya ide untuk membantu Eki. Eki juga melepas bajunya. Takutnya kalau positif.Hingga pada suatu pagi aku melakukan test kehamilan di kamar mandi.




















