“,” Bagus donk jadi non tutup mulut ya,.. ” Ati-ati loh Jo.. Bokeb Atau ini juga yang menjadi jawaban, kenapa terapi Mamet tak kunjung membuahkan hasil,..Namun aku bertambah terkejut ketika tangan Mang Supri sudah membelenggu tangan-ku dari belakang,..Tangannya mencengkram tangan-ku kuat-kuat,.. Mang Suprimemebelakangi-ku, sementara Aku kini berada dalam pelukan Mamet,..Air mata-ku mengalir turun, kurasakan mulut Mamet yang kembali mencoba mencium-ku, kupejamkan saja mataku, tangan Mamet kini sudah kembali menempel di payudara-ku, meremasnya tak sekeras tadi aku diam saja tak berani memberontak,..Mang Supri mulai melucuti jaketku, membuka Kemejaku yang masih menggantung, juga membuang bra-ku,. ” Mang Supri mengancamku,..Mamet kini ikut berdiri mendekati-ku,.. ” Jangan mang, saya.. lepasssin,,, ” Aku menangis kesakitan,..” Non jangan ngelawan ya,.. Mang Supri membalasnya dengan menampar-nampar bokong-ku, hentakannya makin kuat membuat aku tak lagi mampu menolaknya apalagi kuakui aku mulai merasa nyaman, sensasi nikmat meski masih terasa sedikit sakit,..” Iya, jangan tamper lagi awww,..




















